BRI Sukseskan Rencana Makan Bergizi Gratis Lewat Pendanaan dan juga Pemberdayaan

JAKARTA – Sebagai perusahaan BUMN yang miliki komitmen kuat pada menggalang keberhasilan program-program pemerintah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmen di menyukseskan programMakan Bergizi Gratis (MBG).
Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan publik melalui pemberian makanan bergizi terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, dan juga keluarga prasejahtera, guna membantu terciptanya generasi Indonesia yang tersebut lebih lanjut sehat serta produktif.
Pemerintah berazam untuk mengatasi kesulitan gizi sebagai langkah dasar untuk menciptakan penerus yang kuat juga berpotensi menjadi pilar kemajuan bangsa, untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Salah satu Asta Cita visi pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya Asta Cita ke 4 yaitu “Memperkuat perkembangan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, dan juga penguatan peran perempuan, pemuda, dan juga penyandang disabilitas.”
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk delapan perusahaan BUMN untuk berkolaborasi menyukseskan inisiatif makan bergizi gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto. Delapan BUMN yang dimaksud seperti BRI, BNI, Mandiri, Telkomsel, PLN, PGN, ID Survey, serta Pupuk Indonesia.
Erick juga telah dilakukan menginstruksikan perintah penting untuk delapan BUMN tersebut. Khusus untuk BRI agar menyiapkan skema pinjaman bagi supplier pelayanan gizi. “BRI harus menyiapkan skema pinjaman bagi bagi supplier satuan pelayanan gizi. Hal ini untuk melakukan konfirmasi pasokan substansi baku makanan bergizi,” ucap Erick.
BRI pun menyambut baik melawan arahan Menteri BUMN tersebut. Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan BRI berjanji di mengupayakan acara makan bergizi gratis yang tersebut dicanangkan pemerintah.
“Investasi yang penting adalahhuman capital, dan juga kalau mau memperbaikihuman capital, perbaiki dulu nutrisi juga pangan, oleh karenanya kegiatan MBG sangat sesuai dengan hal ini. Dan kemudian kita tunggu, untuk pembagian merata butuh inklusivitas pertumbuhan ekonomi,” ujar Sunarso.
Sementara itu, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengungkapkan BRI berazam untuk memberikan pembiayaan terhadap pelaku UMKM yang digunakan menjadi pemasok atau yang terlibat pada pengadaan MBG. “Harapannya dengan adanya pemberdayaan BRI akan meningkatkan omset dan juga skala usahanya,” ujar Supari.
BRI sendiri sudah pernah membukukan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp175,66 triliun per akhir November 2024. Supari menjelaskan bahwa jumlah keseluruhan yang disebutkan diberikan terhadap 3,7 jt debitur UMKM, khususnya pada sektor-sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan juga perikanan.
“Melalui KUR, kami bukan cuma menyediakan pembiayaan, tetapi juga memberdayakan UMKM agar mampu berkembang lebih besar berkelanjutan,” tuturnya.
Lebih lanjut, dirinya memaparkan bahwa sektor pertanian menjadi penopang utama pada penyaluran KUR perseroan. Realisasi kredit BRI terhadap sektor pertanian mencapai Rp69,60 triliun, setara dengan 39,62 persen dari keseluruhan pembiayaan serupa.
Capaian yang disebutkan menunjukkan komitmen BRI sebagai bank yang digunakan mengimplementasikan Asta Cita di menyokong pemberdayaan UMKM di tempat seluruh Indonesia untuk memacu pertumbuhan perekonomian nasional.






