Alvin Lim Masih Perjuangkan Uang Donasi Agus Salim sebelum Meninggal Bumi

JAKARTA – Alvin Lim diketahui masih memperjuangkan donasi Rp1,3 miliar untuk Agus Salim sebelum meninggal dunia pada hari ini, Akhir Pekan (5/1/2025). Ia sempat mengkaji langkah-langkah hukum terkait pengelolaan donasi ini dengan Farhat Abbas.
Dalam komunikasi terakhirnya dengan Farhat Abbas, Alvin Lim menyoroti konflik mengenai uang donasi Rp1,3 miliar yang digunakan awalnya dikumpulkan untuk perawatan mata Agus Salim, namun disalurkan Pratiwi Noviyanthi untuk korban bencana alam dalam Lewotobi, Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Tadi malam, telepon-teleponan. Soal podcast Densu mau menyerahkan (uang donasi) Rp1,3 miliar ke NTT. Iya (soal donasi). Nanti mau dilaporkan terkait penggelapan,” kata Farhat lewat arahan singkat, Mingguan (5/1/2025).
Alvin Lim menunjukkan tekadnya untuk terus memperjuangkan agar dana yang disebutkan digunakan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu membantu terapi Agus Salim.
Kasus ini bermula dari penggalangan dana yang dijalankan oleh Pratiwi Noviyanthi alias Novi dan juga beberapa pihak, termasuk Denny Sumargo, untuk membantu terapi Agus Salim. Kini donasi yang dimaksud diputuskan untuk dialihkan ke korban bencana alam di tempat Lewotobi setelahnya kisruh ini berlarut-larut.
Di sisi lain, Farhat menjelaskan bahwa Alvin meninggal dunia ketika menjalani cuci darah di dalam Rumah Sakit Mayapada, Jakarta. Diketahui selama beberapa waktu belakangan ini pengacara yang dimaksud sedang berjuang melawan penyakit ginjalnya.
Ia bahkan belum lama ini menjalani perawatan dalam China ditemani oleh sang istri lalu anak tercintanya. “Informasi terakhir kemudian terkini, benar (Alvin Lim meninggal dunia),” jelasnya.
“Di Mayapada, lagi cuci darah. Iya (meninggal di area rumah sakit),” lanjutnya.
Mantan suami Nia Daniaty itu mendapatkan kabar duka ini dari beberapa sumber terdekat sang pengacara. Termasuk asisten juga rekan-rekan Alvin Lim.
“Dari teman yang tersebut lihat live-nya, kemudian saya chat serupa pegawainya. Terus saya cek lagi ke asistennya, kemudian teman dekatnya yang tersebut juga staf saya, ngabarin. Iya, benar (meninggal),” tandasnya.






