Apa itu Art Therapy? ini penjelasan juga manfaatnya

Ibukota – Di berada dalam padatnya aktivitas serta tekanan hidup modern, banyak khalayak mulai mencari cara untuk tetap menjaga keseimbangan emosional. Salah satu metode yang tersebut belakangan ini semakin populer adalah art therapy.
Terapi ini menawarkan cara berbeda untuk meredakan stres dan juga menenangkan pikiran lewat seni.
Menariknya, art therapy bukanlah hanya saja untuk mereka yang dimaksud memiliki bakat seni, tapi bisa saja dinikmati siapa semata yang tersebut ingin mengekspresikan diri serta merasa tambahan lega.
Lalu apa itu art therapy, juga bagaimana cara kerjanya pada membantu kesegaran mental kita? simak penjelasannya.
Art Therapy
Art therapy atau perawatan seni adalah sebuah teknik penyembuhan yang digunakan menggunakan seni untuk mengatasi kelainan psikologis serta meningkatkan kebugaran mental.
Terapi ini berakar pada ide bahwa ekspresi kreatif dapat membantu tahapan penyembuhan kemudian kesejahteraan mental.
Seni telah terjadi lama digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi, mengekspresikan diri, lalu menyembuhkan diri.
Namun, art therapy baru mulai dikenal sebagai inisiatif formal pada tahun 1940-an. Para dokter menyadari bahwa individu yang digunakan mengalami masalah mental rutin kali mengekspresikan diri mereka melalui gambar atau karya seni lainnya, yang digunakan menyokong banyak pemukim untuk mengeksplorasi seni sebagai strategi penyembuhan.
Sejak pada waktu itu, seni bermetamorfosis menjadi bagian penting pada planet terapi lalu digunakan di beragam teknik penilaian dan juga pengobatan.
Kondisi dapat dibantu dengan Art Therapy
Art therapy dapat digunakan untuk mengatasi bermacam masalah mental dan juga kesulitan psikologis. Seringkali, art therapy dipadukan dengan teknik pengobatan lain seperti pengobatan kelompok atau pengobatan perilaku kognitif (CBT). Beberapa situasi yang dimaksud dapat ditangani dengan art therapy meliputi:
- Masalah yang mana terkait dengan penuaan
- Kecemasan
- Kanker
- Depresi
- Gangguan makan
- Masalah emosional
- Masalah keluarga atau hubungan
- Gangguan medis
- Gejala psikologis yang dimaksud terkait dengan kesulitan medis lainnya
- Gangguan stres pasca trauma (PTSD)
- Masalah psikososial
- Stres
- Gangguan penyelenggaraan zat narkotika
Menurut sebuah studi yang mana diterbitkan di Journal of the American Art Therapy Association pada 2016, cuma dengan melakukan kegiatan kreatif selama kurang dari satu jam dapat menghurangi stres juga memberikan efek positif pada kebugaran mental, tanpa memandang pengalaman atau bakat seni seseorang.
Seorang terapis seni dapat menggunakan beragam metode seni, seperti menggambar, melukis, menciptakan patung, atau kolase dengan klien dari beraneka usia, mulai dari anak-anak hingga warga dewasa.
Seseorang yang pernah mengalami trauma emosional, kekerasan fisik, penyalahgunaan pada rumah tangga, kecemasan, depresi, lalu hambatan psikologis lainnya dapat memperoleh kegunaan dari mengekspresikan diri mereka secara kreatif.
Efektivitas Art Therapy
Meskipun penelitian menunjukkan bahwa art therapy dapat memberikan manfaat, beberapa temuan mengenai efektivitasnya masih beragam.
Studi-studi yang dimaksud ada rutin kali kecil lalu tidak ada menunjukkan hasil yang tersebut pasti, sehingga penelitian lebih banyak lanjut diperlukan untuk mengerti akan kapan serta bagaimana metode ini dapat memberikan khasiat maksimal.
Beberapa studi menunjukkan bahwa art therapy dapat membantu menghurangi gejala trauma lalu menghurangi tingkat depresi, teristimewa pada dewasa yang mengalami trauma.
Sebuah tinjauan mengenai efektivitas art therapy juga menemukan bahwa pengobatan ini membantu pasien yang digunakan menjalani terapi tumor ganas untuk meningkatkan kualitas hidup merek lalu mengempiskan bermacam gejala psikologis.
Sebuah penelitian lain menemukan bahwa art therapy menghurangi depresi kemudian meningkatkan tarif diri pada warga dewasa yang mana tinggal pada panti jompo.
Namun, art therapy belum tentu cocok untuk semua orang. Meskipun tingkat kreativitas atau kemampuan seni yang mana lebih tinggi tak diperlukan untuk kesuksesan pengurusan ini, sejumlah khalayak dewasa yang merasa dia tidak ada kreatif atau artistik mungkin saja merasa ragu atau skeptis terhadap tahapan ini.
Selain itu, art therapy juga belum terbukti efektif untuk semua jenis situasi kesehatan mental. Misalnya, sebuah meta-analisis menunjukkan bahwa art therapy tidaklah efektif pada mengempiskan gejala positif atau negatif dari skizofrenia.
Dengan demikian, art therapy menawarkan pendekatan yang menyita perhatian pada bola perawatan psikologis, namun penggunaannya harus disesuaikan dengan situasi lalu keperluan individu.
Artikel ini disadur dari Apa itu Art Therapy? ini penjelasan dan manfaatnya






