Indonesia Masih Mengincar Keanggotaan BRICS Meski Ada Ancaman Tarif Trump

JAKARTA – Indonesia masih bertekad untuk bergabung dengan BRICS meskipun ada ancaman dari Presiden Amerika Serikat terpilih Donald Trump untuk melipatgandakan tarif terhadap anggota-anggota blok yang dimaksud dipimpin oleh Rusia dan juga China ini apabila merek mengejar tujuan untuk mendirikan alternatif bagi dolar Negeri Paman Sam di perdagangan internasional. Dalam sebuah pertemuan DPR bulan ini dengan Kementerian Luar Negeri Indonesia, para anggota parlemen mengungkapkan perasaan khawatir mereka akan ancaman-ancaman Trump.
“Meskipun kami percaya diri pada memperluas hubungan diplomatik kami, diperkenalkan Indonesia dalam BRICS dapat dianggap sebagai sebuah penyimpangan dari hubungan perdagangan tradisional dengan Amerika Serikat kemudian Uni Eropa,” kata Sumail Abdullah, individu anggota DPR dari partai yang tersebut berkuasa yang mana miliki peran dalam bidang luar negeri. “Jangan sampai hal ini menjadi kenyataan, akibat negara-negara seperti Rusia serta China pasti akan mendominasi BRICS.”
Menteri Luar Negeri Sugiono pun membela keputusannya untuk bergabung dengan BRICS, dengan alasan bahwa ada sejumlah keuntungan menjadi anggota.
“Pada dasarnya, BRICS adalah sebuah wadah yang dimaksud baik dapat kita manfaatkan sebagai wadah untuk mendiskusikan lalu mengedepankan kepentingan negara-negara berkembang. Hal ini juga merupakan implementasi dari kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif,” ujar ia terhadap para anggota parlemen pada waktu melakukan rapat kerja baru-baru ini, dilansir dari voanews.com, Kamis (19/12/2024).
Meskipun negara-negara BRICS sudah menetapkan tujuan untuk menghurangi ketergantungan pada dolar Negeri Paman Sam sebagai mata uang pertukaran, Sugiono mengungkapkan bahwa hambatan ini bukan dibahas pada KTT BRICS pada Rusia pada bulan Oktober 2024. Namun demikian, Sugiono membiarkan pintu terbuka untuk mempertimbangkan kembali kebijakan yang disebutkan mengingat ancaman tarif Trump.
“Jika kita merasa ada hal-hal yang mana dapat merugikan kepentingan nasional kita, maka kita dapat meninjau kembali keanggotaan kita dalam BRICS. Yang penting adalah bahwa upaya kita untuk bergabung dengan kelompok multilateral mana pun difokuskan untuk menjaga kepentingan nasional kita,” tandas ia dalam depan para legilator.
Perjalanan Indonesia Gabung dengan BRICS
BRICS adalah organisasi kerja sebanding ekonomi global yang digunakan dibentuk pada tahun 2006 untuk memusatkan perhatian pada prospek penanaman modal di area antara negara-negara pendirinya, Brasil, Rusia, India, China, juga Afrika Selatan.
Indonesia menyatakan keinginannya untuk bergabung dengan blok ini pada konferensi puncak bulan Oktober dalam Kazan, Rusia, di area mana Sugiono mengusulkan beberapa jumlah langkah konkret untuk menguatkan kerja sejenis BRICS serta Global South.






