Calon Menteri Merapat ke Kediaman Prabowo, Pengamat Ingatkan Jaga Tradisi Menkeu

JAKARTA – Presiden terpilih, Prabowo Subianto memanggil beberapa orang tokoh ke Kertanegara, yang digunakan diyakini sebagai calon menteri pada pemerintahan selanjutnya. Guru Besar Kondisi Keuangan Universitas Indonesia (UI) sekaligus Pengamat Pasar Modal Budi Frensidy mengharapkan, agar jajaran kabinet baru nanti dapat diisi oleh profesional.
“Kabinet jangan kegemukan, sedapat kemungkinan besar merekrut lebih banyak sejumlah profesional yang tak terafiliasi dengan partai politik,” kata Budi Frensidy dalam Jakarta, Hari Senin (14/10/2024).
Khusus untuk menteri sektor ekonomi , Budi mengharapkan dapat diisi oleh kalangan profesional. “Untuk menkeu (menteri keuangan), pertahankan tradisi yaitu dijabat oleh profesional, juga tidak orang parpol,” tegasnya.
Di berada dalam tantangan global yang digunakan menuntut keseimbangan antara pertumbuhan sektor ekonomi serta kelestarian lingkungan, kebijakan pemerintahan Prabowo diharapkan dapat mewujudkan iklim penanaman modal yang mana berkelanjutan.
Pelaku bursa modal mengawasi adanya kesempatan besar untuk berpartisipasi pada penanaman modal yang digunakan bukan semata-mata menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga membantu transisi menuju sektor ekonomi hijau.
Senior Invesment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menyampaikan pelaku lingkungan ekonomi modal sepenuhnya menyoroti stabilitas ekonomi di negeri, yang terus-menerus menjadi pekerjaan rumah pemerintahan.
Bagi Nafan, kabinet Prabowo perlu menjamin hal yang dimaksud sehingga memberi rasa aman bagi investor. “Saya harap pemerintahan baru sanggup menjamin pemodal pangsa modal RI untuk merasa nyaman untuk berinvestasi di tempat tanah air,” ucapannya untuk iNews, Hari Senin (10/4).
Baik profesional dari kalangan akademisi, maupun profesional partai politik, Nafan menitikberatkan adanya sinergi pada mewujudkan kebijakan pro-lingkungan, juga pro-pertumbuhan.
Inisiatif pemerintah di memacu pertumbuhan kemudian lingkungan diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi, tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap kelestarian alam.
“Yang paling penting adalah sinergi di mewujudkan kebijakan pro-growth, pro-jobs, juga pro-environment. Pertumbuhan yang sustain tentu akan berdampak pada kinerja IHSG, semoga sanggup all time high lagi,” ungkapnya.






