Perekonomian pemengaruh bangkitkan kembali lingkungan ekonomi kamera di China

Shanghai – Di sebuah toko kamera yang tersebut padat di dalam Shanghai, para pembeli muda berkerumun di sekitar etalase, antusias untuk mendapatkan kamera model terbaru.
"Pemengaruh (influencer) favorit saya menggunakan kamera ini untuk merekam. Tetapi sulit untuk mendapatkannya. Anda harus mengikuti undian kemudian berharap dapat beruntung," ujar Li Yun (26) pada waktu menjajal model mirrorless.
Di seluruh China, permintaan untuk kamera kembali meningkat. Setelah sempat tersingkirkan oleh ponsel pintar, kamera kembali berubah jadi tren, didorong oleh meledaknya media sosial, livestreaming, lalu video pendek.
Dari Januari hingga Agustus 2024, China menyumbang 23,3 persen dari pengiriman kamera global, menempati peringkat pangsa terbesar kedua pasca Amerika, menurut Camera & Imaging Products Association (CIPA).
Lonjakan permintaan yang disebutkan didorong oleh kegiatan ekonomi influencer yang digunakan berprogres pesat di dalam negara itu, dalam mana ikon "like" (suka) lalu "share" (bagikan) pada media sosial berujung pada penjualan.
Tren baru tingkatkan permintaan
Prototipe-prototipe perekonomian baru juga inovasi kebiasaan konsumen mengubah kamera dari sekadar alat teknis berubah menjadi barang modis yang digunakan digunakan sejumlah pendatang untuk mengabadikan foto serta video untuk jaringan media sosial.
Huang Jing, individu influencer dengan tambahan dari 500.000 pengikut (follower) ke wadah berbagi gaya hidup di dalam China, Xiaohongshu, menekankan pengaruh kamera berkualitas pada kontennya.
"Menggunakan kamera untuk menimbulkan vlog adalah kunci untuk menunjukkan detail tampilan riasan saya. Semakin jernih gambarnya, maka konten saya akan semakin hidup," ujar Huang.
Xiaohongshu sekarang ini mempunyai lebih besar dari 80 jt pengguna komunitas, dengan 90 persen kontennya dibuat oleh pengguna (user generated), menurut laporan tren 2024 dari wadah tersebut.
Selain itu, seiring dengan pulihnya bidang pariwisata, atraksi-atraksi baru yang dimaksud "Instagrammable" bermunculan ke seluruh negara tersebut, menantang sejumlah pendatang untuk mengabadikan pengalaman mereka itu yang tak terlupakan.
"Dalam konteks ini, permintaan untuk peralatan fotografi terus meningkat," kata Wu Feiran dari Shenzhen Soft Science Development Foundation.
Permintaan yang tersebut terus meningkat juga memacu pangsa kamera aksi (action camera), dengan para analis memperkirakan bahwa pangsa global untuk kamera semacam itu akan mencapai 20,1 miliar yuan (1 yuan = Rp2.217) pada 2028, juga tingkat peningkatan tahunan gabungan sebesar 6,1 persen.
Merek-merek dengan syarat China seperti DJI serta Insta360 maju untuk memenuhi permintaan ini, meraih kesuksesan yang dimaksud signifikan, baik ke pada maupun pada luar China.
Merek-merek global bidik China
Raksasa kamera global seperti Sony, Canon, dan juga Nikon, yang pada saat ini mempunyai lebih banyak dari 80 persen pangsa bursa kamera global, semakin gencar berupaya memasuki pangsa China yang mana sedang berprogres pesat.
"Kami mengawasi prospek luar biasa pada sektor-sektor yang sedang mengalami perkembangan seperti perdagangan elektronik (e-commerce) secara livestreaming juga dunia usaha yang digerakkan oleh influencer, ke mana China memimpin," ujar Wakil Presiden Sony (China) Takehito Soeda.
Soeda mencatat bahwa generasi muda tak lagi memandang fotografi sebagai keterampilan khusus, tetapi sebagai bentuk ekspresi emosional, sehingga menghidupkan kembali lingkungan ekonomi kamera.
Hideki Ozawa, Presiden sekaligus direktur utama Canon (China), menyoroti bahwa pada 2023, jualan kamera digital ke China melonjak hingga 25 persen, memosisikannya sebagai pangsa dengan pertumbuhan tercepat di dalam antara kawasan-kawasan utama.
"Tren ini akan terus berlanjut, dengan laju perkembangan yang digunakan lebih besar cepat sebesar 35 persen diperkirakan akan terbentuk pada 2024 dalam China," menurut Ozawa.
Menyikapi permintaan setempat, Canon menyempurnakan penawaran produknya dan juga berkolaborasi dengan beberapa jaringan e-commerce besar dalam China.
Hal mirip juga dijalankan oleh Sony yang dimaksud menyesuaikan strateginya dengan berpartisipasi di acara-acara seperti Bilibili World 2024, sebuah konvensi populer untuk konten lalu kreator digital di dalam China. Dalam acara tersebut, Sony memamerkan produk-produk terbarunya serta berinteraksi secara langsung dengan para konsumen melalui demo secara langsung.
Merangkul ekonomi baru
Sektor Bisnis influencer sangat penting pada mengoptimalkan rantai pasokan kemudian memenuhi permintaan konsumen yang dimaksud terus berkembang, menurut Lan Jianping, Wakil Direktur Zhejiang Development & Planning Institute.
"Pergeseran ini sangat krusial pada meningkatkan efisiensi dalam pangsa yang dimaksud melakukan aksi cepat pada waktu ini," ujar Lan.
Untuk lebih besar meningkatkan daya saing global dari model dunia usaha baru, Kementerian Perdagangan China menerbitkan "Rencana Aksi Tiga Tahun untuk Perdagangan Digital (2024-2026)" pada tahun ini.
Inisiatif yang disebutkan bertujuan untuk memberdayakan pembangunan sektor ekonomi serta sosial sekaligus berkontribusi pada pembentukan sebuah pola perkembangan baru. Industri baru, format kegiatan bisnis baru, serta model bidang usaha baru, yang mana disebut sebagai kegiatan ekonomi "tiga baru", menunjukkan kemungkinan pertumbuhan yang digunakan dinamis.
Dalam lanskap yang terus tumbuh ini, lapangan usaha kamera berada pada sikap yang tersebut tepat untuk tumbuh.
"Kami yakin bahwa setiap momen yang tersebut direkam menceritakan sebuah kisah, lalu di dalam era ini, semua warga dapat menjadi pencerita," kata Soeda dari Sony (China).
Artikel ini disadur dari Ekonomi pemengaruh bangkitkan kembali pasar kamera di China






