Pandemi Lewat, Penjualan Sepeda Motor pada Indonesia Melesat! AISI Optimis Capai 6,5 Juta di area 2024

JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melaporkan peningkatan transaksi jual beli kendaraan roda dua tahun ini. Tren positif ini menciptakan AISI optimistis dapat mencapai target pemasaran hingga 6,5 jt unit pada 2024.
Data Penjualan 10 Tahun Terakhir
Berikut data pelanggan kendaraan beroda dua motor dalam Indonesia pada 10 tahun terakhir:
Tahun Penjualan (Unit)
2014 7.867.292
2015 6.480.155
2016 5.931.270
2017 6.383.108
2018 6.544.816
2019 6.487.460
2020 3.660.616
2021 5.057.516
2022 5.221.470
2023 6.236.992
Secara umum, bursa kendaraan beroda dua motor di dalam Indonesia mengalami fluktuasi di 10 tahun terakhir.
Penjualan tertinggi terjadi pada tahun 2014, mencapai hampir 8 jt unit.
Pada 2020, terjadi penurunan signifikan akibat pandemi COVID-19. Pasar mulai pulih pada tahun 2021 kemudian terus menunjukkan tren positif hingga 2023.
Peningkatan Penjualan dalam Tahun 2024
Hingga Agustus 2024, perdagangan kendaraan beroda dua motor mencapai 4.343.781 unit, meningkat dibandingkan periode yang mirip tahun lalu yang digunakan cuma sebesar 4.211.737 unit.
“Hingga Agustus tahun ini, bursa kendaraan beroda dua motor bertambah 3,1 persen. Tahun ini pelanggan year-on-year sampai 4,34 juta, pada kondisi dunia usaha yang tersebut tiada mudah. Menunjukkan sepeda gowes motor jadi moda transportasi yang tersebut efisien dan juga terjangkau untuk masyarakat,” ungkap Ketua Umum AISI, Johannes Loman.
Strategi AISI untuk Mencapai Target
Untuk mencapai target transaksi jual beli 6,35 juta-6,45 jt unit, AISI mengatur pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2024 di dalam ICE BSD City, Tangerang, pada 30 Oktober-3 November 2024. AISI berharap pameran ini dapat mendongkrak pelanggan di dalam sisa tahun ini.
Tahun lalu, pelanggan kendaraan beroda dua motor dalam Indonesia mencapai 6.236.992 unit. Berarti, AISI hanya saja membutuhkan pelanggan sebesar 1.892.211 unit lagi yang dimaksud harus dicapai di empat bulan terakhir tahun ini.
Faktor Pendorong Perbaikan Penjualan
Beberapa faktor yang mana diperkirakan menggerakkan peningkatan pelanggan sepeda gowes motor pada Indonesia antara lain:
1. Kebutuhan mobilitas: Sepeda motor masih menjadi moda transportasi utama bagi sebagian besar warga Indonesia, khususnya di area area perkotaan dengan tingkat kemacetan yang tinggi.
2. Harga terjangkau: Sepeda motor relatif lebih besar terjangkau dibandingkan mobil, baik dari segi tarif beli maupun biaya operasional.
3. Kemudahan akses: Kredit sepeda gowes motor mudah diakses dengan berbagai penawaran menarik dari leasing serta dealer.
4. Inovasi produk: Produsen sepeda gowes motor terus berinovasi dengan meluncurkan model-model baru yang dimaksud tambahan canggih, irit material bakar, serta ramahlingkungan.






