Dubes Norwegia Apresiasi Pembangunan Pusat Plasma Nutfah Nasional di tempat IKN

JAKARTA – Pusat Plasma Nutfah Nasional berikrar pada konservasi keanekaragaman hayati di dalam Indonesia. Selain menyokong ketahanan pangan juga untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati.
Duta Besar (Dubes) Norwegia untuk Indonesia lalu Timor Leste, Rut Krüger Giverin mengapresiasi pembangunan Ibu Pusat Kota Nusantara (IKN) yang digunakan disertai dengan upaya proteksi hutan dan juga sumber daya alam. Dubes Ruth mengungkapkan Norwegia memiliki lembaga serupa, namanya Svalbard Global Seed Vault, yang mana menyimpan koleksi benih dari seluruh dunia, lalu bertindak untuk melestarikan keanekaragaman hayati global dalam bidang pertanian, dan juga melindungi berbagai macam benih tumbuhan pangan.
“Melalui penyelenggaraan plasma nutfah nasional yang digunakan saya yakin akan sangat berguna untuk melestarikan kekayaan biodiversitas pada Indonesia,” katanya, Rabu (11/12/2024).
Indonesia juga Norwegia telah dilakukan memulai pembangunan kolaborasi yang efektif di pengendalian iklim khususnya sektor hutan dan juga lahan. Melalui kebijakan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Dubes Ruth yakin Indonesia dapat terus menjadi pemimpin dunia pada upaya penurunan emisi khususnya dari pengamanan hutan tropis. “Pelestarian biodiversitas adalah bagian yang tiada terpisahkan dari upaya ini,” katanya.
Seperti diketahui, Pusat Plasma Nutfah Nasional yang digunakan terletak di area Kelurahan Mentawir, Kota Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur ini memiliki luas 93,2 Ha dengan konstruksi fisik sebesar 2,02% (2,04 Ha) dari luas total.
Dengan penyelenggaraan tersebut, Indonesia akan terus melakukan tindakan korektif yang tersebut berbeda namun saling terkait. Pertama, mengempiskan risiko kepunahan, khususnya untuk flagship species yang mana berstatus terancam punah.
Kedua, mempertahankan lalu memulihkan keanekaragaman genetik dengan menjaga keanekaragaman juga kemurnian genetik spesies. Ketiga, mengatur secara intensif interaksi manusia-satwa liar dengan tujuan living in harmony with nature.
Pusat Plasma Nutfah diyakini mempunyai berbagai kegunaan jangka panjang, antara lain pelestarian keanekaragaman hayati. Kemudian, memperkuat ketahanan pangan lalu membantu menghadapi pembaharuan iklim juga tantangan pada pertanian.






