Opini Politik Elon Musk Bikin Penjualan Tesla Terjun Bebas

JAKARTA – Tahun 2025 baru sekadar dimulai, tetapi Elon Musk telah dilakukan menciptakan sejumlah kontroversi. Orang terkaya di area dunia ini kerap menjadi berita utama akibat kedekatannya dengan Donald Trump, juga pandangan urusan politik sayap kanannya.
Sekarang, kontroversi di area sekitarnya tampaknya berdampak besar pada bidang usaha utamanya, Tesla.
Penjualan kendaraan listrik (EV) Tesla, yang digunakan sebelumnya menjadi pendorong utama peralihan menuju mobilitas listrik, saat ini mengalami penurunan signifikan pada beberapa pangsa utama di area seluruh dunia.
Studi menunjukkan bahwa tindakan juga pandangan urusan politik Musk merupakan salah satu faktor utama dalam balik penurunan ini.
Di Australia, perdagangan Tesla pada Januari 2025 turun 33 persen dibandingkan bulan yang serupa tahun lalu, juga semata-mata mencatat seperempat transaksi jual beli pada Januari 2023.
Sementara bursa kendaraan listrik di tempat Australia secara keseluruhan menunjukkan tanda-tanda melambat, situasinya berbeda secara global.
Di Norwegia, pangsa kendaraan listrik paling maju di dalam dunia dengan 96 persen pelanggan kendaraan baru adalah kendaraan listrik, Tesla juga mengalami penurunan tajam.
Model Y, yang sebelumnya berada pada sikap teratas, turun ke tempat keenam, sementara Model 3 merosot ke sikap ketujuh. Tempat teratas sekarang diambil alih oleh Toyota kemudian Volkswagen.
Di Swedia, perdagangan Tesla pada bulan Januari turun hingga 44 persen, sementara di tempat Prancis, penurunannya lebih besar dramatis dengan penurunan lebih besar dari 60 persen.






