Sekda meresmikan Paviliun Kaltim dalam Trade Expo Nusantara 2024

Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni resmi membuka Paviliun Kaltim pada Trade Expo Nusantara 2024 yang tersebut digelar di Nusantara Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten, Rabu, kemudian dibuka oleh Presiden Joko Widodo.
Sekda Sri Wahyuni di keterangan, pada Samarinda, Rabu, mengungkapkan event Trade Expo Indonesia (TEI) diharapkan menjadi sarana UMKM untuk mengenalkan produk-produknya juga memperluas pangsa ekspor ke mancanegara.
“Di ekspo ini UMKM bertemu dengan buyernya dari luar negeri, memperbarui kontrak hingga penambahan volume,” katanya.
Pemprov Kaltim, melalui Dinas Perindagkop UKM, nantinya akan mengakumulasi data dari pelaku bidang usaha kemudian buyer terkait permintaan lalu perkembangan perdagangan selama TEI berlangsung.
“Data ini akan bermetamorfosis menjadi peta bagi kita, mendirikan lingkungan pada komoditi UMKM yang tersebut bisa saja menembus pangsa global,” ujar Sri Wahyuni.
Sekda Sri menambahkan, selain terus melakukan penetrasi pada pangsa global, UMKM juga harus terus mengembangkan bursa domestik atau lokal, mengingat kondisi dunia usaha global yang dimaksud menurun.
“Kami optimalkan kerja serupa dengan para pihak, sehingga lingkungan ekonomi domestik semakin terbuka. Semisal dengan asosiasi perhotelan, restoran juga lainnya,” kata Sekda yang mana didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi serta UKM Kaltim Heni Purwaningsih.
Sebelumnya, Presiden Jokowi pada sambutan pada membuka TEI 2024 mengatakan, ketika ini Nusantara berada dalam menghadapi tantangan dengan melambatnya kondisi pertumbuhan sektor ekonomi global.
“Ekonomi global berkembang lambat dalam kisaran 2,6 persen. Inflasi juga masih menghantui di berbagai negara,” kata Jokowi.
Kondisi tersebut, diperparah dengan situasi globus yang dimaksud masih terbentuk konflik konvensional dan juga peperangan dagang, yang mana memaksa beberapa negara melakukan kebijakan restriksi perdagangan.
"Tercatat ada 19 negara yang digunakan melakukan kebijakan ini, yang tersebut berakibat perdagangan bermetamorfosis menjadi lesu," katanya lagi.
Over produksi ke China juga menambah kegelisahan sejumlah negara, dikarenakan masuknya produk-produk dengan syarat China dikenal lebih banyak murah.
"Banyak negara mulai melindungi pangsa domestiknya," kata Jokowi.
Artikel ini disadur dari Sekda meresmikan Paviliun Kaltim di Trade Expo Indonesia 2024






