Makan Bergizi Gratis Serentak Dilaksanakan Mulai Besok

JAKARTA – Proyek Makan Bergizi Gratis yang digunakan dijanjikan Presiden Prabowo Subianto sejak masa kampanye Pilpres 2024 akan mulai dilaksanakan, Awal Minggu (6/1/2025) besok. Prabowo ingin kegiatan makan bergizi gratis menggunakan material baku dari di negeri kemudian melibatkan koperasi hingga badan bisnis milik desa (BUMDes).
Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis per 6 Januari 2025 sebelumnya disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, Kamis (2/1/2025). Waktu itu, acara prioritas Prabowo itu masih di proses persiapan.
“Dalam proses persiapan agar jalan 6 Januari,” kata Dadan.
Dadan menjelaskan bahwa makan bergizi gratis akan diselenggarakan di area setiap provinsi seluruh Indonesia. Dirinya berharap tidak ada ada kendala pada makan bergizi gratis nantinya.
“Iya betul. Semoga bukan ada aral melintang,” katanya.
Program makan bergizi gratis merupakan bagian dari Asta Cita atau delapan acara prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto lalu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Uji coba sudah diadakan pada November dan juga Desember 2024. Proyek makan bergizi gratis disebut sebagai langkah strategis pada mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan melakukan konfirmasi pemenuhan keperluan gizi warga dengan baik juga berkualitas. Tingkat pangan lalu gizi merupakan kunci utama di menciptakan sumber daya manusia yang tersebut unggul.
Komisi IX DPR Sarankan Penerima Proyek Dikurangi
Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR Zainul Munasichin menyarankan agar sasaran penerima makan bergizi gratis dikurangi. Hal itu didasari lantaran anggaran makan bergizi gratis sebesar Rp10.000 per porsi dinilai terlalu kecil.
Politikus PKB mengatakan, Komisi IX DPR telah dilakukan menyiapkan opsi bila pemerintahan tak dapat mematok besaran anggaran Rp15 ribu untuk kegiatan makan bergizi gratis. Salah satunya, menurunkan jumlah total penerima kegiatan tersebut.
“Kalau memang sebenarnya otoritas merasa agak berat per porsi misalnya Rp15 ribu, maka sebenarnya kita punya opsi lain yaitu, menghurangi total sasaran,” kata Zainul ketika dihubungi, Hari Minggu (5/1/2025).






