5 Menteri Terkaya di dalam Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto, Siapa Saja?

JAKARTA – Terdapat lima menteri terkaya dalam Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya menteri ini mempunyai harta kekayaan tambahan dari Rp5 triliun.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) para menteri pada Kabinet Merah Putih, Selasa (21/1/2025).
Deputi Pencegahan dan juga Monitoring KPK Pahala Nainggolan menyebutkan sebanyak 123 anggota Kabinet Merah Putih telah melaporkan LHKPN. Satu tersisa cuma Staf Khusus Wakil Presiden Tina Talisa yang tersebut belum melapor sebab belum lama dilantik.
Menteri Terkaya di area Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto
1. Widiyanti Putri Wardhana
Kekayaan: Rp5,4 triliun.
Widiyanti Putri Wardhana menjabat Menteri Pariwisata. Berdasarkan data LHKPN KPK, ia menjadi menteri terkaya dalam Kabinet Merah Putih dengan total harta mencapai Rp5,4 triliun
Kekayaan Widiyanti dimiliki terbagi melawan beberapa komponen berbeda pada antaranya kepemilikan tujuh tanah dan juga bangunan (Rp152 miliar), tujuh mobil (Rp19 miliar), surat berharga (Rp5 triliun), harta bergerak lainnya (Rp43,8 miliar), kas juga setara kas (Rp 67 miliar), juga harta lainnya (Rp77,7 miliar).
2. Sakti Wahyu Trenggono
Kekayaan: Rp2,6 triliun
Sakti Wahyu Trenggono adalah Menteri Kelautan lalu Perikanan. Dia menjadi menteri terkaya kedua dengan nilai kekayaan mencapai Rp2,6 triliun.
Kekayaan yang dimaksud dimiliki Sakti terbagi melawan beberapa komponen yakni 48 tanah lalu bangunan dengan total nilai Rp91 miliar, 3 alat transportasi senilai Rp1,8 miliar, kas kemudian setara kas Rp156,1 miliar, harta bergerak lainnya Rp22,9 miliar, surat berharga Rp2,23 triliun, lalu harta lainnya Rp167 miliar.
3. Erick Thohir
Kekayaan: Rp2,3 Triliun
Erick Thohir menjabat Menteri BUMN dan juga punya harta kekayaan Rp2,3 triliun.
Harta kekayaan yang digunakan dimiliki Erick terdiri melawan 34 tanah juga bangunan senilai Rp419,6 miliar, surat berharga Rp1,7 triliun, alat transportasi Rp4,9 miliar, kas kemudian setara kas Rp192,3 miliar, harta bergerak lainnya Rp28,5 miliar, lalu harta lainnya Rp149 miliar.





