Bisnis
Pj Kepala daerah Lampung minta tata kelola BBL lebih lanjut diperhatikan

Bandarlampung – Penjabat (Pj) Pengelola Lampung Samsudin mengajukan permohonan tata kelola pengawasan, penangkapan, kemudian pengeluaran benih bening lobster (BBL) di dalam daerahnya tambahan diperhatikan guna mempertahankan keseimbangan habitat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Benih bening lobster merupakan prospek yang mana wajib diperhatikan tambahan serius, sebab sumber daya ini cukup langka dikarenakan tidaklah semua provinsi mempunyai potensinya," ujar Samsudin berdasarkan keterangannya dalam Bandarlampung, Rabu.
Ia mengemukakan meningkatkan pemanfaatan prospek sumber daya sebagai BBL tersebut sekaligus merawat keseimbangan ekosistem. Maka wajib direalisasikan tata kelola juga pengawasan kegiatan penangkapan dan juga pengeluaran BBL secara ketat.
"Provinsi Lampung adalah salah satu tempat penghasil BB yang mana cukup besar khususnya ke Wilayah Pesisir Barat, Tanggamus lalu Pesawaran. Jadi ini penting perhatian khusus untuk pengawasan penangkapan juga pengeluarannya," kata dia.
Dia melanjutkan, prospek penangkapan ataupun kuota BBL di Provinsi Lampung mencapai delapan jt ekor per tahun.
"Dengan kemungkinan penangkapan sejumlah itu, maka dinas kelautan juga perikanan telah terjadi melakukan tata kelola pengelolaan BBL sebagai bentuk implementasi Peraturan Menteri Kelautan lalu Perikanan Republik Nusantara Nomor 7 Tahun 2024," ucap dia.
Ia pun mengundang seluruh pihak melakukan tata kelola pengawasan kegiatan penangkapan dan juga pengeluaran BBL dengan baik, agar dapat berdampak terhadap kesejahteraan nelayan, pelaku usaha dan juga terhadap pendapatan daerah.
"Selain itu bagi aparat penegak hukum, TNI, Polri, Satgas Project Management Office 724 KKP RI, pengawas perikanan, penyidik perikanan agar meningkatkan pengawasan dan juga penegakan hukum terhadap pelaku penyelundupan BBL secara cermat, efektif, profesional serta terintegrasi, sehingga mengakibatkan efek jera bagi para pelaku," tambahnya.
Selain itu ia juga meminta-minta agar riset mengenai pembudidayaan lobster dapat terus berlangsung melalui kerja identik dengan Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung dan juga perguruan lebih tinggi pada wilayah setempat.
Artikel ini disadur dari Pj Gubernur Lampung minta tata kelola BBL lebih diperhatikan






