Medali Ramah Lingkungan dari Limbah Uang Kertas Inovasi Bank Indonesia Bali di Summer Run 2025

Denpasar, Bali – Medali umumnya terbuat dari logam, namun bagaimana jika limbah bisa menjadi bahan baku utamanya? Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali menunjukkan inovasi luar biasa di ajang lomba lari Summer Run Bali 2025 dengan mengolah limbah uang kertas yang tidak layak edar menjadi medali. Ini bukan sekadar medali biasa, melainkan simbol komitmen terhadap keberlanjutan dan lingkungan.
“Ini adalah medali pertama kami menggunakan limbah racik uang kertas,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Butet Linda Helena Panjaitan, di Denpasar, Minggu (16/6), seperti dikutip dari Antara.
Kolaborasi Ramah Lingkungan untuk 1.500 Medali Unik
Bank sentral di Pulau Dewata ini berhasil mengolah sekitar 40 kilogram uang kertas dari berbagai pecahan yang telah dicacah menjadi serpihan kecil. Proses produksi medali unik ini merupakan hasil kolaborasi apik antara BI Bali dengan sejumlah perbankan dan UMKM lokal. Sebanyak 1.500 medali hijau atau ramah lingkungan telah dicetak, sesuai dengan jumlah peserta lomba lari perdana yang diadakan BI Bali.
Menurut Butet, pemanfaatan limbah uang kertas rupiah menjadi medali ini merupakan upaya nyata BI Bali dalam mendukung gerakan ramah lingkungan. Inovasi ini bahkan telah tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai “pembuatan medali lari pertama dari limbah racik uang kertas di tanah air”.
Rekor MURI untuk Inovasi Berkelanjutan
Direktur Operasional MURI, Yusuf Ngadri, secara langsung menyerahkan sertifikat rekor tersebut kepada BI Bali yang diwakili oleh Butet Linda Helena Panjaitan.
“Dengan ini menyatakan bahwa kantor perwakilan BI Bali mencatatkan secara resmi rekor dunia MURI atas pembuatan medali pertama dari limbah racikan uang kertas sebagai wujud inovasi berkelanjutan,” jelas Yusuf.
Summer Run Bali: Lomba Lari 5K dengan Pesan Lingkungan
Lomba lari Summer Run Bali 2025 sendiri memiliki kategori jarak tempuh tunggal, yaitu lima kilometer (5K). Rute yang dilewati meliputi Parkir Timur Bajra Sandhi Renon Denpasar, kemudian Jalan Raya Puputan, Jalan Tantular, Jalan Cok Agung Tresna, dan kembali ke garis akhir di parkir timur.
Acara lari yang rencananya akan diadakan setiap tahun ini dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Indra, menunjukkan dukungan pemerintah daerah terhadap inisiatif positif ini.





