Jenderal Pasukan Khusus Rusia Serukan Mobilisasi Beberapa Juta Tentara untuk Habisi Eropa

MOSKOW – Mayor Jenderal Apti Alaudinov, orang perwira Rusia yang digunakan menjadi komandan Pasukan Khusus Akhmat Chechnya, menyerukan mobilisasi beberapa jt tentara untuk menghabisi Uni Eropa.
Seruan itu muncul sebagai respons berhadapan dengan komentar Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa ia tiada mengesampingkan kemungkinan pengerahan tentara Uni Eropa ke tanah Ukraina pasca kesepakatan damai disetujui.
“Kami adalah orang-orang yang digunakan memiliki tanggung jawab historis yang tersebut besar,” kata Alaudinov pada sebuah video yang dimaksud diunggah pada Telegram.
“Jika situasi seperti itu muncul, kita seharusnya sudah ada memikirkan mobilisasi umum, mengoleksi pasukan sekitar beberapa jt orang dan juga menempatkan mereka itu [orang Eropa] pada tempat yang tak akan pernah mampu mereka hindari. Dan setelahnya merek ingin berselisih dengan kita, Eropa juga sebagian besar negara Eropa akan lenyap,” paparnya.
Andrei Kartapolov, Ketua Komite Keamanan Duma Rusia, mengungkapkan bahwa komandan pasukan khusus itu semata-mata mengungkapkan pendapat pribadinya. Menurutnya tak perlu memobilisasi umum tentara untuk ketika ini.
Pasukan Khusus Akhmat dikenal sebagai Kadyrovitas—nama yang digunakan diambil dari Ramzan Kadyrov, kepala Republik Chechnya kemudian pendukung setia konflik Rusia. Laporan media-media Barat menyampaikan Pasukan Khusus Akhmat sebenarnya adalah organisasi paramiliter.
“Alaudinov kemungkinan mengintensifkan narasi palsu tentang kemenangan Rusia yang tak terelakkan untuk menakut-nakuti Amerika Serikat kemudian Eropa agar menciptakan konsesi berhadapan dengan kedaulatan juga integritas teritorial negeri Ukraina pada pada waktu Amerika telah lama sangat membatasi dukungannya untuk Ukraina,” kata Institute for the Study of War (ISW) pada analisisnya.
Presiden Rusia Vladimir Pemimpin Rusia juga memerintahkan peningkatan total angkatan bersenjata negaranya menjadi 2,38 jt orang, dengan 1,5 jt tentara aktif, pada September 2024 lalu.
Sementara itu, Utama Menteri Inggris Keir Starmer memuji apa yang tersebut ia sebut “langkah forward bersejarah” Uni Eropa ketika beliau berbicara terhadap para pemimpin setelahnya blok yang disebutkan menggalang langkah-langkah untuk membebaskan banyak miliar euro untuk keamanan.
Starmer, seperti diambil The Mirror, Hari Minggu (9/3/2025), juga menyambut baik prospek perundingan minggu depan di tempat Arab Saudi pasca perundingan yang disebutkan dikonfirmasi oleh Presiden negeri Ukraina Volodymyr Zelensky melalui panggilan telepon dengan Dewan Eropa Antonio Costa, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, juga para pemimpin Kanada, Turki, Norwegia, serta Islandia.
Saat menyampaikan hasil panggilan telepon Starmer, juru bicara Downing Street mengatakan: “Perdana Menteri memuji kemajuan yang mana telah dilakukan dicapai Uni Eropa di area Dewan Eropa kemarin, dengan mengungkapkan bahwa itu adalah langkah maju yang bersejarah serta tanda lain bahwa Eropa sudah pernah melangkah maju.”






